Pemerintah Jepang hari ini
mengumumkan sedang mendanai sebuah proyek mahal yakni membangun dinding es
bawah tanah untuk menghentikan kebocoran air terkontaminasi radioaktif dari
pabrik nuklir Fukushima.
Keputusan itu diambil beberapa hari
sebelum Komite Olimpiade Internasional (IOC) memilih antara Tokyo, Istanbul,
dan Madrid yang akan menjadi kota tuan rumah pelaksanaan Olimpiade 2020,
seperti dilansir surat kabar the Washington Post, Selasa (3/9).
Pabrik nuklir Fukushima Dai-ichi
mengalami kebocoran sehingga melepaskan ratusan ton air bawah tanah yang
terkontaminasi radioaktif ke laut sejak gempa dan tsunami menghancurkan
kompleks itu pada 2011 lalu. Beberapa kebocoran dari tangki penyimpanan air
yang tercemar dalam beberapa pekan terakhir telah memicu pandangan pemilik
fasilitas itu, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), tidak mampu mengatasi masalah.
"Bukannya membiarkan masalah
ini kepada TEPCO, pemerintah akan mengambil alih," kata Perdana Menteri
Jepang Shinzo Abe. "Dunia sedang mengamati apakah kita dapat menangani air
yang terkontaminasi dan juga seluruh pabrik."
Menurut pejabat dari badan energi
Jepang, Tatsuya Shinkawa, pemerintah Jepang berencana menyediakan dana sekitar
Rp 5,1 triliun sampai akhir 2014 untuk dua proyek, yakni tembok es dan
meningkatkan unit perawatan air yang dimaksudkan untuk menghilangkan semua
unsur radioaktif.
Pemerintah tidak akan membayar untuk
tangki air yang sangat dibutuhkan dan peralatan lainnya yang TEPCO gunakan
untuk menghentikan kebocoran.
Dinding es akan membekukan tanah
hingga kedalaman 30 meter melalui pipa pendingin sampai minus 40 derajat
Celcius. Dinding itu akan memblokir air yang terkontaminasi keluar dari
fasilitas sekitarnya, serta menjaga air bawah tanah memasuki reaktor serta
gedung turbin.
Proyek telah diusulkan oleh TEPCO
dan pemerintah pada Mei lalu ini diharapkan selesai pada Maret 2015.
Metode serupa telah digunakan untuk
memblokir air dari bagian terowongan dan kereta bawah tanah. Tetapi membangun
tembok yang mengelilingi empat bangunan reaktor dan fasilitas yang terkait
dengan itu belum pernah terjadi sebelumnya. Dinding itu dapat menelan biaya
antara Rp 3,3 triliun sampai Rp 4,4 triliun untuk instalasi awal, ditambah
biaya tahunan dan biaya pemeliharaan. '
TEPCO telah membangun lebih dari
seribu tangki yang berisi 335 ribu ton air yang terkontaminasi di pabrik itu,
dan jumlah itu tumbuh 400 ton saban harinya.
TEPCO juga membangun dinding lepas
pantai terbuat dari panel baja di sepanjang pantai untuk menjaga air
terkontaminasi menyebar lebih lanjut ke laut.